| Pintu masuk candi adan-adan gurah, Kediri (Foto: Dok. Tanggap.co) |
KEDIRI— Proses ekskavasi di Situs Adan-Adan kembali mengungkap jejak peradaban lama yang diduga berasal dari abad ke-9. Situs yang berada di Dusun Candi, Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri ini diperkirakan merupakan peninggalan masa pra-Kediri dan memiliki unsur budaya Buddha.
Keberadaan situs sebenarnya telah diketahui masyarakat sekitar sejak lama. Sebagian struktur candi, terutama bagian makara, sudah tampak sekitar 30 sentimeter di permukaan tanah sebelum dilakukan penggalian resmi. Namun, warga pada waktu itu belum memahami bahwa struktur tersebut merupakan peninggalan sejarah penting.
Juru pelihara situs, Bu Istina, mengatakan masyarakat sekitar hanya menganggap batu-batu yang muncul di area tersebut sebagai bagian biasa dari tanah di sekitar lahan pertanian.
“Dari dulu masyarakat sudah tahu ada bagian bangunan di sini, tetapi belum mengerti kalau itu peninggalan sejarah,” ujarnya saat ditemui di lokasi survei.
Menurutnya, warga yang sedang bertani kerap menemukan batu di sekitar area situs. Batu tersebut biasanya hanya dipindahkan ke pinggir lahan karena masyarakat belum mengetahui nilai sejarah yang dimiliki situs tersebut.
Bu Istina menjelaskan bahwa Situs Adan-Adan sebenarnya tidak ditemukan melalui proses penggalian secara tiba-tiba. Sebagian bangunan memang sudah terlihat sejak lama, namun baru mendapat perhatian setelah adanya penelitian dari pihak terkait. Setelah dilakukan peninjauan, proses ekskavasi pertama dimulai pada 2016 untuk mengetahui struktur bangunan yang berada di bawah tanah.
| Foto candi adan-adan setelah proses penggalian (Foto: Dok. Tanggap.co) |
Dalam ekskavasi tersebut, tim peneliti menemukan beberapa bagian penting candi. Setelah proses penelitian selesai, area situs kembali ditutup demi menjaga keamanan dan kondisi bangunan. Penggalian kemudian dilanjutkan kembali pada 2021 dengan membuka beberapa bagian tertentu agar dapat dilihat masyarakat.
Bagian yang saat ini dibuka meliputi makara dan dua kepala arca yang telah diberi pelindung atap atau ungkup. Sementara itu, sebagian besar struktur lainnya masih tertutup tanah karena lokasi situs berada di kawasan permukiman warga dan masih memerlukan penelitian lanjutan.
Hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai kemungkinan adanya struktur bangunan lain yang lebih besar di bawah tanah. Penelitian masih dilakukan secara bertahap oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 11 untuk memastikan luas dan bentuk asli situs tersebut.
Berdasarkan bentuk stupa yang ditemukan di lokasi, situs tersebut diduga merupakan tempat peribadatan umat Buddha pada masa lampau. Selain itu, situs diperkirakan berasal dari masa pra-Kediri atau sezaman dengan Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-9.
“Kalau melihat dari bentuk stupanya, kemungkinan ini peninggalan Buddha,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa lokasi situs yang berada di area permukiman warga menjadi salah satu pertimbangan dalam proses ekskavasi lanjutan. Apabila nantinya diperlukan perluasan area penggalian, pemerintah disebut akan melakukan proses secara bertahap dan memberikan ganti rugi kepada warga yang lahannya digunakan untuk kepentingan penelitian.
“Tanah di sini milik warga. Kalau nanti memang harus digali lebih luas, biasanya ada ganti rugi dari pemerintah,” ujarnya.
Selain menjadi lokasi penelitian sejarah, Situs Adan-Adan juga direncanakan menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi budaya di Kabupaten Kediri. Pengembangan situs diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah daerah.
Harapan Istina Situs Adan-Adan dapat terus dikembangkan agar generasi muda lebih mengenal sejarah dan budaya lokal. Menurutnya, keberadaan situs tersebut menjadi bukti bahwa wilayah Kediri memiliki peninggalan sejarah penting yang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia.
“Harapannya situs ini bisa terus digali dan dijadikan wisata edukasi maupun wisata budaya supaya masyarakat lebih mengenal sejarah daerahnya sendiri,” ujarnya.
Baca juga : Kecamatan Kandat Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Hingga saat ini, proses penelitian dan pengembangan Situs Adan-Adan masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat dan pihak terkait. Meski belum seluruhnya terbuka, ekskavasi yang dilakukan di situs tersebut mulai membuka jejak peradaban lama yang selama ini tersimpan di bawah permukiman warga Desa Adan-Adan.
2 Komentar
Menarik
BalasHapuswaaww
BalasHapus