| Deretan sapi kurban di kandang peternakan UD Mulur Jaya, Kediri, menjelang Hari Raya Iduladha. (Foto: Dok. Tanggap.co) |
KEDIRI- Menjelang Hari Raya Iduladha, harga hewan kurban di sejumlah pasar ternak Kota Kediri mengalami fluktuasi yang signifikan. Kenaikan harga disebabkan oleh berkurangnya pasokan, sehingga membuat hewan kurban menjadi lebih mahal. Harga mulai merangkak naik seiring tingginya permintaan konsumen, baik dari pembeli di pasar hewan maupun pembeli yang membeli langsung dari peternak.(18/05/2026)
Tutik Sriwijayati (53), salah satu peternak di Kecamatan Ngasem, menyatakan bahwa kenaikan harga hewan kurban terjadi setiap tahun. Harga sapi yang sebelumnya banyak dicari di pasaran berkisar Rp21.000.000–Rp25.000.000. Ketersediaan hewan kurban tahun ini berkurang sehingga mendorong kenaikan harga jual.
“Hargane seng rame dipasaran ya Rp21.000.000 sampai Rp25.000.000,” ungkapnya.
Menurutnya, saat ini harga sapi tersebut naik satu ekor sekitar Rp1.000.000 sampai Rp3.000.000 dibandingkan tahun lalu. Harga hewan kurban tahun sebelumnya, sapi yang biasa dijual sekitar Rp21.000.000 kini harganya naik menjadi sekitar Rp24.000.000 , atau meningkat sekitar Rp3.000.000 . Kenaikan paling signifikan terjadi pada sapi merah, yaitu jenis yang paling banyak dicari pembeli menjelang Iduladha.
“Dari dulukan sapi merah itu yang banyak diminati,” ujarnya. Berkurangnya pasokan hewan kurban membuat pilihan bagi pembeli menjadi terbatas, volume transaksi di pasar ternak menurun, sehingga pedagang menjual lebih sedikit hewan dibanding tahun sebelumnya.
Sejumlah warga mengaku terjadi kenaikan harga hewan kurban. Kenaikan ini dipengaruhi oleh banyaknya permintaan serta biaya pemeliharaan dan distribusi. Aminasih (47), mengatakan bahwa permintaan masyarakat memang meningkat, sementara kondisi ekonomi yang masih terbatas membuat keputusan pembelian menjadi lebih hati-hati.
“Ya, mungkin itu karena permintaan masyarakat yang sekarang ini cukup meningkat apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sedang terbatas. Selain itu, dari segi biaya pakan, perawatan, serta transportasi hewan pastinya juga ikut mempengaruhi harganya,” ujarnya.
Kenaikan harga ini mempengaruhi minat untuk membeli hewan kurban, Aminasih (47) mengakui ada pengaruh signifikan. Ia menuturkan bahwa jika selisih harga cukup jauh, banyak orang akan mempertimbangkan kembali pembelian. Namun, menurutnya tetap ada warga yang berusaha membeli meskipun harganya mahal karena kurban merupakan ibadah tahunan.
“Pastinya mempengaruhi ya mbak, dikarenakan kalau perbedaan harganya cukup jauh, jadi beberapa orang pasti mempertimbangkan lagi untuk beli. Tetapi, tetap ada orang yang berusaha untuk membeli sekalipun harganya mahal karena kurban merupakan ibadah tahunan,” ungkapnya.
Dalam memilih hewan kurban, Aminasih (47) menyatakan bahwa pembeli biasanya menimbang antara harga dan kualitas. “Pastinya iya, setiap orang pasti mempertimbangkan keduanya antara harga dan kualitas. Harga hewan yang stabil juga penting, akan tetapi kualitas hewan harus sehat serta memenuhi syarat kurban,” pungkasnya.
Baca juga : Ketua Tim Ekspedisi Atap Kediri Bagikan Tips Aman Mendaki Bagi Pemula
Menanggapi kondisi pasar saat ini, kenaikan harga di beberapa tempat bisa dianggap wajar menjelang Iduladha karena lonjakan permintaan. Ia berharap pasokan dan distribusi bisa lebih baik agar harga lebih stabil dan masyarakat dengan kemampuan terbatas tetap dapat menjalankan ibadah kurban.
0 Komentar