| Deretan minyak goreng dan bahan pokok di salah satu toko kelontong di Kediri yang mengalami kenaikan harga. (Foto: dok. Tanggap.co) |
Kediri - Kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok kian mencekik para pelaku usaha kecil dan masyarakat. Produk kebutuhan sehari-hari, terutama yang menggunakan kemasan plastik, mengalami lonjakan harga paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir.(25/05/2026)
Ino (32 tahun), seorang pelaku usaha, mengatakan kenaikan harga bahan pokok sudah mulai dirasakan sejak bulan April lalu. Kenaikan paling signifikan terlihat pada bahan minyak goreng dan beberapa komoditas bahan pokok yang menggunakan kemasan plastik. Ia menduga ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama terganggunya pasokan komoditas global.
"Setahu saya semenjak perang di Timur Tengah, kayak minyak itu juga naik, kemudian kalau tidak salah di bulan April, yaitu minyak juga sudah mulai naik harganya," ujarnya.
| Potret Sejumlah Bahan Kebutuhan Pokok. (Foto: dok. Tanggap.co) |
Untuk menyiasati situasi yang sulit ini, Ino (32) mengaku harus memutar otak agar tidak kehilangan pelanggan setianya. Salah satu strategi yang ia terapkan adalah memperluas jaringan pasokan dan meningkatkan pelayanan.
Baca Juga: Fluktuasi Harga Hewan Kurban Menjelang Hari Raya Iduladha
"Strateginya ya berusaha melayani dengan baik. Untuk stok barang, kami berusaha mencari strategi untuk cari minyak yang lebih murah atau cari supplier yang bisa menjangkau harga dengan masyarakat," jelasnya.
Dampak nyata dari kenaikan ini tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha saja tetapi masyarakat juga merasakan dampaknya. Sholihatin (47), seorang ibu rumah tangga. Ia mengeluhkan bahwa hampir seluruh kebutuhan bahan pokok kini mengalami kenaikan harga yang sangat mempengaruhi daya beli.
"Ya sangat berpengaruh. Ibaratnya kalau dulu semisal uang Rp10.000 bisa dapat 1 kg, sekarang dengan uang yang sama hanya dapat setengah kg," ungkapnya.
Meskipun kondisi ekonomi kian menghimpit, Sholihatin mengaku enggan beralih ke bahan alternatif yang lebih murah demi menjaga kualitas konsumsi keluarganya. Sebagai solusi, ia harus ekstra ketat dalam mengelola keuangan rumah tangga.
"Kalau saya pribadi tidak akan beralih ke bahan alternatif. Cuma saya harus lebih pandai-pandai membelanjakan uang, cari harga yang masih bisa kita jangkau dengan keadaan kita saat ini," ujarnya.
Merespons situasi sulit ini, baik pedagang maupun masyarakat sama-sama menuntut tindakan nyata dari pihak berwenang. Mereka berharap pemerintah dapat segera turun tangan memberikan intervensi kebijakan guna menstabilkan harga di pasar., berharap pemerintah dapat segera turun tangan memberikan intervensi kebijakan yang nyata guna menstabilkan harga di pasar. Mereka juga meminta transparansi dalam distribusi dan penegakan hukum terhadap praktik-praktik yang merugikan konsumen agar kepercayaan publik segera pulih.
"Harapannya secepatnya dari pemerintah bisa dicarikan solusi untuk bisa menurunkan harga bahan sembako seperti minyak dan lain-lain. Biar kami para pengusaha tidak pusing dengan stok barang dan harga yang harus ditentukan," pungkasnya.
0 Komentar