Gambar Festival Banjri yang diadakan UKM Kerohanian, UIN Syekh Wasil Kediri
KEDIRI – Antusiasme generasi muda mewarnai pelaksanaan Festival Banjari yang diselenggarakan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Kerohanian UIN Syekh Wasil Kediri pada Sabtu (6/6/2026) bertepatan di halaman Masjid Abi Sya'roni, Jalan Sunan Ampel No. 7, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Kegiatan digelar dalam rangka Dies Natalis ke-28 UKM Kerohanian tersebut menjadi wadah pelestarian seni budaya Islam sekaligus ajang pengembangan bakat bagi generasi muda.
Festival ini diikuti sekitar 40 grup banjari dari berbagai daerah di Jawa Timur. Peserta yang terlibat berasal dari kalangan pelajar, santri, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Sejumlah delegasi yang hadir di antaranya berasal dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Negeri Malang, serta beberapa grup banjari dari Kediri, Pasuruan, Jombang, dan Sidoarjo.
Ketua UKM Kerohanian, Hafid (23), menyampaikan bahwa Festival Banjari diselenggarakan sebagai media syiar dan dakwah melalui seni Islami. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari pembelajaran yang dilakukan anggota Divisi Banjari UKM Kerohanian, mulai dari teknik vokal, aransemen lagu, hingga penguasaan berbagai maqam.
“Tujuan utamanya adalah sebagai media syiar dan dakwah yang dapat menjangkau mahasiswa maupun masyarakat umum melalui seni banjari yang indah dan bernilai religius,” ujarnya.
Hafid menjelaskan bahwa seni banjari tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai spiritual. Meningkatkan pelestarian banjari penting dilakukan agar budaya religius tersebut tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Menurutnya, minat generasi muda terhadap seni banjari saat ini menunjukkan tren positif. Inovasi dalam aransemen musik serta masifnya penyebaran konten sholawatan melalui media sosial membuat banjari semakin dikenal dan diminati oleh kalangan mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Banjari, Radit (21), mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan selama tiga hingga empat bulan. Panitia membentuk berbagai divisi untuk menangani kebutuhan acara, mulai dari bidang acara, humas, perlengkapan, konsumsi, keamanan, hingga dokumentasi.
“Festival ini bertujuan memperingati Dies Natalis UKM Kerohanian ke-28 sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan melestarikan seni Al-Banjari,” ujar Radit.
Hafid menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan kegiatan adalah koordinasi dengan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur serta antisipasi cuaca karena acara diselenggarakan secara terbuka.
Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka mengikuti perlombaan. Salah satu peserta, Nur Ika Masruroh (20), mengaku terdorong mengikuti festival karena ingin menambah pengalaman sekaligus memperluas relasi dengan komunitas banjari dari berbagai daerah.
“Selain mendapatkan pengalaman tampil di depan banyak orang, saya juga belajar tentang kerja sama tim, disiplin dalam berlatih, dan memperluas jaringan pertemanan,” ujarnya.
Baca Juga: Petugas Keluhkan Ulah Warga Luar Daerah yang Buang Sampah di Luar Kontainer TPS Manisrenggo
Melalui penyelenggaraan Festival Banjari ini, UKM Kerohanian UIN Syekh Wasil Kediri berharap seni banjari dapat terus berkembang, semakin dikenal masyarakat luas, serta tetap menjadi media dakwah yang efektif di tengah perkembangan era digital.
4 Komentar
masyaallah
BalasHapusMenarik
BalasHapusBisa dicoba di kalangan kaum muda mudi era sekarang!
BalasHapusMasyaallah.. sangat menginspirasi semangat anak² muda jaman sekarang
BalasHapus