![]() |
| Kegiatan ketiga mahasiswa live shoping di kantornya |
Di tengah meningkatnya kebutuhan , mahasiswa mulai mencari sumber penghasilan tambahan. Di Kediri, pekerjaan sebagai host live shopping kini populer karena menjanjikan pendapatan cepat. Mereka memperoleh penghasilan dengan mempromosikan produk secara langsung melalui siaran live shopping di berbagai platform digital. (08/06/2026)
Salah satu yang memanfaatkan peluang tersebut adalah mahasiswi UIN Syekh Wasil Kediri. Ia bekerja sebagai host live shopping untuk menambah pemasukan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, pekerjaan ini menjadi alternatif sumber pendapatan di tengah terbatasnya pilihan pekerjaan paruh waktu dengan upah yang relatif rendah.
Eva (21) mengungkapkan bahwa dari segi penghasilan, pekerjaan sebagai host live shopping dinilai lebih menguntungkan dibanding pekerjaan lain yang umum dijalani mahasiswa. “Kalau kerja di cafe paling sekitar sejuta perbulan, tapi di sini satu hari bisa Rp100.000,” ujarnya.
Hal ini membuat pekerjaan tersebut dipandang sebagai solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari, mulai dari biaya kuliah hingga kebutuhan pribadi. Haura (20) juga mengaku memilih pekerjaan ini karena fleksibilitas waktu dan peluang penghasilan yang cukup membantu. “Bisa nambah pemasukan tanpa harus ninggalin kuliah,” ujarnya.
Namun, dibalik potensi penghasilan tersebut, terdapat sistem kerja berbasis target yang cukup tinggi. Dalam satu sesi siaran, host dituntut mencapai penjualan dalam jumlah besar. Evi (21) menyebut target penjualan bisa mencapai puluhan juta rupiah per hari.
“Kalau target belum tercapai, waktu live bisa diperpanjang,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penghasilan yang diperoleh tidak lepas dari tekanan kerja yang cukup besar. Jam kerja yang tidak menentu serta tuntutan performa tinggi menjadi konsekuensi yang harus dihadapi.
Meski demikian, ketiganya sepakat bahwa pekerjaan ini tetap memberikan kontribusi nyata terhadap kondisi ekonomi mereka. Penghasilan yang didapat mampu mengurangi ketergantungan pada uang saku dan melatih kemandirian finansial sejak dini.
Fenomena ini mencerminkan perubahan pola kerja di kalangan anak muda, di mana ekonomi digital membuka peluang baru yang lebih fleksibel dibanding pekerjaan konvensional. Namun, disisi lain, muncul tantangan terkait kepastian pendapatan dan keseimbangan antara pekerjaan dengan pendidikan.
Evi bahkan memutuskan berhenti sebelum kontraknya selesai karena merasa beban kerja tidak sebanding dengan kondisi yang harus dijalani. Sementara itu, Haura dan Eva masih bertahan, meski mulai mempertimbangkan pekerjaan yang lebih stabil.
Tren ini menunjukkan bahwa live shopping bukan sekadar pekerjaan sampingan, tetapi telah menjadi salah satu strategi mahasiswa dalam menghadapi tekanan ekonomi. Di balik peluang cuan yang menjanjikan, terdapat realitas kerja yang menuntut tenaga dan mental yang tidak sedikit.
Penulis : Syarifatul Insaniyah
Cameramen : Risky Maulana
Redaktur : Jangki Dausat

6 Komentar
kerenn
BalasHapusSuka banget liat anak muda yang udah bisa mandiri finansial pas kuliah. Meskipun capek ngejar target, seenggaknya udah dapet pengalaman kerja nyata. goksss🤚🤚
BalasHapuswaaah kereen
BalasHapusmenarik beritanya
BalasHapusSalut sih ditengah bingung2nya tugas masih bisa sambil kerja
BalasHapusWah, bisnis online menarik banget ya.
BalasHapus