Seorang Nenek Memanen jagung di Sawah
Kediri- Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada sektor pertanian. Sejumlah petani mengaku mengalami penurunan hasil panen akibat musim kemarau yang berkepanjangan maupun perubahan cuaca yang tidak menentu.(01/06/2026)
Winarti (48), petani jagung mengatakan tanaman jagung sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Menurutnya, saat musim kemarau, tanaman jagung berisiko mengalami kekeringan yang menyebabkan pertumbuhan terhambat dan daun menjadi layu.
“Kalau kemarau panjang tetapi tetap ada penyiraman manual dan perawatan yang cukup, tanaman masih bisa tumbuh dengan baik. Tapi jika curah hujan e terlalu tinggi, tanah menjadi terlalu lembap atau tergenang sehingga tanaman rentan terserang penyakit, akar membusuk, bahkan bisa mati,” ujarnya.
Dampak cuaca tersebut turut mempengaruhi produktivitas panen. Winarti (48) mengaku hasil panen jagungnya mengalami penurunan hampir 50% dibandingkan musim tanam normal. Selain itu, ia juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menunjang perawatan tanaman di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Hal serupa juga dialami Nawi (40), petani buncis asal Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Ia mengatakan musim kemarau saat ini menyebabkan daun tanaman buncis menjadi kering dan ukuran polong yang dihasilkan lebih kecil dari biasanya.
“Sekarang musim kemarau dampaknya daun menjadi kering dan ukuran buncis pendek-pendek (kecil),” ujarnya.
Menurutnya, cuaca ekstrem juga menyebabkan bunga tanaman lebih mudah rontok sehingga hasil panen berkurang. Untuk mengatasi dampak tersebut, Nawi harus menyesuaikan pengelolaan lahan sesuai kondisi tanah.
“Kalau tanah kering tentu perlu tambahan air. Sebaliknya, kalau kelebihan air harus dikurangi supaya tanaman tetap tumbuh baik,” ujarnya.
Untuk mengurangi dampak Nawi menyesuaikan pengelolaan lahan misalnya mengatur jadwal penyiraman lebih sering, menjaga kelembapan tanah, menata jarak tanam agar kondisi air berkurang, dan memperbaiki penampungan air bila perlu.
Baca juga : Menelurusi Jejak Peradaban Lama : Ekskavasi Candi Adan-Adan
Para petani berharap kondisi cuaca lebih stabil agar produktivitas pertanian dapat kembali meningkat dan biaya produksi tidak semakin membengkak akibat kebutuhan perawatan tambahan.
5 Komentar
Iya akhir2 ini cuacanya panas banget
BalasHapusCuaca kadang hujan kadang panas yang tidak menentu membuat petani kadang gagal papnen juga
BalasHapusbener banget,,apa apa sekarang mahal banget min
Hapuskapan yaa hujan🥲
BalasHapusWah dampaknya bagi masyarakat kerasa juga ya
BalasHapus